22 Februari 2026

Setelah Menonton Film Max Havelaar

Beberapa waktu yang lalu saya tertarik untuk membuat tulisan sejarah tentang Diaspora penduduk Indonesia di masa kolonial, khususnya di Suriname. 

Saya yang nyaris tidak mengetahui sama sekali tentang sejarah, sangat bergairah untuh mempelajari dan menelusuri literatur terkait. 

Proses itu membawa saya kepada film sejarah Max Havelaar yang bisa ditonton secara gratis di Youtube. 

Nama Max Havelaar sendiri, menarik ingatan saya tentang kapan terakhir kali saya mendengar nama itu. Dan ternyata, itu adalah ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun saya tidak ingat apa yang saya pelajari tentang Max Havelaar waktu itu, saya ingat, nama itu pernah disebutkan dalam buku sejarah. 

Film itu diangkat dari novel berjudul Max Havelaar karya Multatuli atau Edward Douwes Deker  seorang mantan asisten residen distrik Lebak di masa kolonial. 

Setelah menonton film tersebut, perasaan saya campur aduk. Saya seperti menemukan suatu fakta baru tentang masa kolonialisme.  Saya tidak berani mengatakan bahwa penjajah tidak seburuk yang saya bayangkan, karena novel itu ditulis oleh orang Belanda dan film itu juga dibuat oleh orang Belanda, namun ada fakta baru bahwa ternyata rakyat Indonesia juga di jajah oleh pemerintah sendiri dan itu sangat menyakitkan. 

Sekarang saya menjadi sangat terinspirasi untuk mendokumentasikan berbagai kejadian yang terjadi di sekitar saya karena kita tidak pernah tau bahwa informasi itu mungkin akan berguna untuk kehidupan di masa depan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar