Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

22 Februari 2026

Rekomendasi Film Bulan Ramadhan

Liburan kenaikan kelas (Mas Fatih) tahun lalu saya menghabiskan waktu di kota kelahiran saya di Kediri. Disana saya memiliki banyak waktu luang dan tanpa sengaja menemukan film yang sangat bagus untuk ditonton. Film Turki berjudul Mucize, yang berarti keajaiban. 

Film ini memiliki dua episode. Episode pertama mengisahkan tentang seorang guru yang ditugaskan untuk mengajar di daerah terpencil di Turki. Keikhlasan dan totalitasnya dalam mengabdi membuat desa itu menjadi "keajaiban" bagi warga desa itu sendiri. 

Episode kedua mengisahkan tentang salah satu tokoh  yang memiliki cacat fisik namun memiliki semangat untuk belajar dan sembuh. Terlebih setelah melihat ketulusan istrinya dalam mendampingi dirinya. 

Film ini juga termasuk film religius karena ada beberapa adegan islami yang ditampilkan dalam film tersebut, seperti ketika tokoh berdoa dengan menyebut nama Allah dan hafalan ayat dalam al-Quran yang menjadi salah satu tes untuk kesiapan menjadi calon istri.
Film ini juga menampilkan sisi lain turki yang belum pernah saya ketahui! 

Yang paling menarik dalam film ini adalah film ini terinspirasi dan kisah nyata! 

Satu lagi film ini benar-benar berhasil  menyentuh sisi terdalam hati manusia. Daya berkali-kali terbawa emosi dan menangis dibuatnya!

Hal ini menjadikan film ini saya rekomendasikan untuk ditonton! 

Link film ada disini




Setelah Menonton Film Max Havelaar

Beberapa waktu yang lalu saya tertarik untuk membuat tulisan sejarah tentang Diaspora penduduk Indonesia di masa kolonial, khususnya di Suriname. 

Saya yang nyaris tidak mengetahui sama sekali tentang sejarah, sangat bergairah untuh mempelajari dan menelusuri literatur terkait. 

Proses itu membawa saya kepada film sejarah Max Havelaar yang bisa ditonton secara gratis di Youtube. 

Nama Max Havelaar sendiri, menarik ingatan saya tentang kapan terakhir kali saya mendengar nama itu. Dan ternyata, itu adalah ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun saya tidak ingat apa yang saya pelajari tentang Max Havelaar waktu itu, saya ingat, nama itu pernah disebutkan dalam buku sejarah. 

Film itu diangkat dari novel berjudul Max Havelaar karya Multatuli atau Edward Douwes Deker  seorang mantan asisten residen distrik Lebak di masa kolonial. 

Setelah menonton film tersebut, perasaan saya campur aduk. Saya seperti menemukan suatu fakta baru tentang masa kolonialisme.  Saya tidak berani mengatakan bahwa penjajah tidak seburuk yang saya bayangkan, karena novel itu ditulis oleh orang Belanda dan film itu juga dibuat oleh orang Belanda, namun ada fakta baru bahwa ternyata rakyat Indonesia juga di jajah oleh pemerintah sendiri dan itu sangat menyakitkan. 

Sekarang saya menjadi sangat terinspirasi untuk mendokumentasikan berbagai kejadian yang terjadi di sekitar saya karena kita tidak pernah tau bahwa informasi itu mungkin akan berguna untuk kehidupan di masa depan.