Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

10 Januari 2024

Tentang Rezeki

Assalamualaikum

Alhamdulillah kabar baik, meskipun lama tidak menyapa ya ...

Well, jadi beberapa hari ini saya berusaha untuk menyibukkan diri dengan beberapa hal positif yaitu mengikuti kursus dan kembali memasarkan produk busana muslim, membantu persiapan acara haul dan juga produksi dagangan baru dan juga rutinitas seputar rumah tangga dan keluarga.

Salah satu kursus yang tengah saya ikuti adalah kursus Digital Marketing for Umroh yang dipandu oleh Mas Ali sebagai Founder Mentoring Umroh. 

Salah satu mentor kursus menyampaikan bahwa peserta sebagian besar sudah berusia 40+ sehingga saya merasa muda disini. hehe

Dalam kursus tersebut, selain mengikuti mentoring, kami juga diperbolehkan untuk menjual produk umroh dan produk edukasi yang ditawarkan oleh mentoring umroh. 

Hari ini ada salah satu kometar yang menarik bagi saya saat salah seorang peserta bertanya kepada mentor kami. 

Pertanyaannya sederhana. 

"Bagaimana merespon jiika ada WA seperti ini" disitu terlihat ada pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan dari seseorang yang menawarkan jasa Handling Wisata Umroh dan Haji.

Sepertinya peserta tersebut sedang mengiklankan produk umroh dan mendapatkan WA penawaran jasa. Namun beliau bingung harus merespon. 

Si Mentor pun menjawab dengan sangat sopan tanpa perasaan menyakiti, "Bebas itu mah ya. Kayanya mau nawarin jasa" 

------ 

Tiba tiba terbesit dalam pikiran saya bahwa kemunkinan besar bisa saja Ibu tersebut akan closing jamaah umroh. Saya pun sadar bahwa rezeki itu sudah di atur oleh Allah. Saya mungkin lebih cepat menangkap informasi dan lebih cepat paham. Tapi persoalan rezeki? Siapa yang tau? Mungkin beliau lebih banyak relasi nya dibanding saya, atau orang lebih percaya kepada dia. 

Oleh karena itu, lagi-lagi tidak boleh sombong ya 

Ini memang bukan suatu konsep yang baru saya dengar, namun kali ini saya seperti mendapatkan pelajaran secara langsung. Bahwa sejatinya, kamu lebih pandai atau lebih pintar bukan berarti akan mendapatkan rezeki lebih banyak. Kamu tetap harus berusaha yang terbaik, namun jangan sombong dan jangan lupa berdoa, karena Allah yang Maha Kuasa untuk menentukan segala sesuatu. 


Edit: pagi ini 10 januari, ibu yang bertanya tersebut closing jamaah umroh. Masya Allah ❤

18 Desember 2023

Ujian Kehidupan

Saya memiliki seorang teman, seorang wanita. Usianya lebih tua dibandingkan dengan saya. Dia memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan kembar. 

Dia pernah menikah, namun pernikahannya kandas. Dia mengalami KDRT juga perlakuan yang tidak menyenangkan dari keluarga suaminya. Mereka pun bercerai. 

Saat ini, dia tengah berjuang menghadapi kangker. Sudah operasi beberapa hari yang lalu dan sekarang dia sedang dalam proses pemulihan. 

Saya pun menengok diri saya sendiri. Dimasa yang lalu saat saya menginjak usai 20-an, saat itu ibarat saya menghadapi karir yang cemerlang. Banyak hal yang ditawarkan kepada saya namun saya tolak. Tawaran untuk melanjutkan S2, tawaran untuk menjadi asisten dosen saya tolak karena saya ingin bekerja. Memang waktu itu saya tengah mengalami kejenuhan belajar sehingga saya ingin berkarir di bidang non lembaga pendidikan. Saya kemudian diterima di perusahaan swasta internasional dan mulai bekerja keesokan harinya setelah saya menerima ijazah PT saya. Di tempat kerja saya mendapatkan posisi yang strategis sehingga saya mendapatkan perlakuan istimewa. Namun saya kemudian memilih untuk menikah muda dan meninggalkan itu semua. Saat saya menghadap untuk mengajukan pengunduran diri, Bapak GM menyampaikan bahwa sebenarnya beliau hendak mengirim saya untuk menghadiri sebuah pertemuan di Taiwan. Namun tidak apa saya mengundurkan diri untuk sebuah tujuan mulia, begitu beliau menyampaikan kepada saya. 

Saya pada waktu itu tidak merasakan penyesalan sedikitpun karena saya pun merasa bahwa itu adalah pilihan terbaik saya. Saya pun tengah merasakan mabuk cinta (barangkali) sehingga mata saya pun telah buta. 

Kini saya pun menyesal. Di saat yang lain telah menjadi seorang expert, saya masih mencari-cari sesuatu hal yang hendak saya tekuni. 

Meskipun demikian, saya pun memikirkan kembali, bahwa tidak ada yang yang bisa menjamin bahwa jika saya tidak memilih keputusan yang saya ambil di masa lalu akan membuat saya lebih berbahagia. Karena saya yakin Allah tidak akan kehabisan cara untuk menguji hamba-Nya. 

Ketika kita dihadapkan pada kesulitan maka nampaklah itu sebagai sebuah ujian yang nyata, namun ternyata ujian tidak hanya tentang kesusahan, karena ujian juga bisa berupa kemudahan. 

Jadi membandingkan kisah saya dengan teman saya, teman saya mendapatkan ujian berupa kesulitan, sedangkan ujian saya adalah kemudahan. Bagaimanapun ternyata dua-duanya sama-sama terasa berat. 

Kini saya harus berjuang untuk mencapai yang saya inginkan. Jika saya merasa berat, saya ingat teman saya yang berkata "Saya terbiasa dengan kesulitan" 
Maka saya pun akan mencoba menerapkan hal tersebut. 
Bismillah...  
Ya Allah..  Bantu hamba ya Allah.. . 

27 November 2023

Self Care and Self Love

Selama beberapa bulan terakhir, aku merasakan sakit dan penderitaan dalam jiwaku karena suatu hal yang tidak bisa aku jelaskan. 

Berbulan-bulan aku merasa sedih tanpa alasan, merasa cemburu berlebihan, yang menyebabkan aku tidak bisa tenang dalam beraktivitas apapun, tidak fokus dan tidak bisa berkonsentrasi. 

Kini Alhamdulillah, atas kehendak Allah, aku semakin sadar tentang apa yang menyakiti dan menggerogotiku selama ini. Darimana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa menyebabkan aku sakit.  Akhirnya kusadari pada dasarnya semua itu adalah faktor dari luar yang aku biarkan menyusup ke dalam diriku sendiri. 

Selama ini aku berusaha untuk menyembuhkan diriku dengan berbagai cara yang menurutku akan berhasil. Namun ternyata semua itu sia-sia karena aku masih membiarkan diriku bergantung pada orang lain.  

Hingga hari ini, biidznillah, aku menyadari tentang sesuatu, bahwa aku harus memproteksi diriku sendiri, dan memperkuat sistem kekebalanku sendiri. 

Aku semakin menyadari bahwa yang terpenting saat ini adalah diriku sendiri. Aku tidak akan membiarkan siapapun mereka atau apapun itu masuk ke dalam sistem perlindungan yang telah aku bangun, dengan alasan apapun. Semuanyaa... mohon maaf, tidak.   
Karena yang terpenting saat ini adalah kesembuhan ku sendiri. 

Aku tidak mau dekat secara pribadi kepada siapapun. Aku independen. 

Aku menyadari suatu fenomena dalam circle-ku bahwa mereka yang kawan, suatu hari bisa menjadi lawan. Dan mereka yang berkata cinta akan menjadi luka di masa mendatang. 

Kini aku sendiri, hanya dengan Allah, tidak akan membiarkan mereka mendekat dan masuk. Maaf.

Foto bunga liar di Kawah Wurung Ijen Bondowoso. Sumber : dokumen pribadi.